Nagori Partimbalan Selangkah Lebih Maju  Kelola BUMNAG Dana Desa Tahap I Tahun 2025 Se Kecamatan Bandar Masilam

Kabarsimalungun.com || SIMALUNGUN – Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam melangkah lebih cepat dan lebih maju dibandingkan dengan 9 (sembilan) Nagori lainnya yang ada di Kecamatan Bandar Masilam, pasalnya nagori lain masih pada tahap persiapan sarana dan prasarana untuk mengelola perogram Ketahanan Pangan [KETAPANG] Dana Desa Tahap I tahun 2025 melalui BUMNAG, smentara Nagori Partimbalan sudah mendekati panen Ikan Lele dan Ubi.

Dari hasil penelusuran wartawan langsung dilapangan bahwa perogram Ketahanan Pangan [KETAPANG] Dana Desa Tahap I tahun 2025 dengan judul Penyertaan Modal yang dikelola oleh BUMNAG bergerak dibidang usaha Pertanian dan Hewani, untuk pertanian Tanam Ubi seluas ± 20 rante telah berusia 3(tiga) bulan dengan pertumbuhan tanaman cukup bagus, disektor hewani budidaya ikan Lele yang sudah berusia 30 (tiga) puluh hari.

Pangulu Partimbalan Dearma Saragih saat ditemui wartawan di lokasi perogram ketahanan pangan, Selasa 5/8/2025 menunjukkan lokasi tanaman ubi yang telah dikelola oleh Bumnag “Mandiri Bersama” , juga lokasi kolam budidaya ikan lele yang telah berusia satu bulan.

Kepada wartawan Pangulu Partimbalan Dearma Saragih menjelaskan “kita kejar target pak dalam mengelola perogram ketahanan pangan [ketapang] Dana Desa Tahap I Tahun 2025, sebab kita sudah lama mendambakan peran Bumnag ini dalam upaya menciptakan Pendapatan Asli Nagori, seperti halnya kita ketahui bahwa perogram ketahanan pangan Dana Desa ini kan sejak tahun anggaran 2022, 2023, 2024 dan tahun 2025 ini, sedangkan untuk tahun 2022,2023 dan 2024 itu sipatnya bantuan langsung ke masyarakat, maka hasilnya tidak dapat dipertanggung jawabkan”, ucap Pangulu Dearma Saragih.

Oleh sebab itu kata Dearma Saragih “di tahun anggaran 2025 ini perogram ketahanan pangan kita murni dikelola oleh Bumnag kita yang sudah berbadan hukum, kemudian dipadu dengan kesungguhan kerja segenap pengurus Bumnag maka perogram ketahanan pangan Dana Desa ini kita kelola sebaik mungkin agar hasilnya juga nantinya dapat kita rasakan”, ucap Pangulu Dearma Saragih.

Dilokasi tanaman Ubi Pangulu Partimbalan yang didampingi pengurus Bumnag menunjukkan lokasi tanaman ubi kayu atau singkong yang cukup baik perkembangannya, kemudia dilokasi kolam budidaya ikan lele, terlihat ada 2 (dua) kolam yang sudan terisi benih ikan lele yang sudah berusia satu bulan, masing-masing kolam diisi 30.000 (tiga puluh ribu) ekor benih ikan lele, dan rencananya untuk tahap II ini satu kolam lagi akan diisi 30.000 (tiga puluh ribu ekor) lagi.

Saat bincang-bincang dengan wartawan, Pangulu Dearma Saragih menjelaskan “lokasi perogram ketahanan pangan [katapang] Nagori Partimbalan ini sudah ditinjau oleh tim BPMN Pemkab Simalungun beberapa hari yang lalu, dan pihak BPMN sangat mendukung kegiatan Bumnag kita ini dalam merealisasikan perogram ketahanan pangan Dana Desa, juga kami dari pengelola Bumnag senantiasa berkordinasi dengan pihak-pihak yang berkompeten tentang pertanian ubi dan budidaya ikan lele ini”, jelasnya kepada wartawan.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bandar Masilam, yang jati dirinya tidak ingin dipublikasikan dimedia kepada wartawan mengatakan “kami salaku masyarakat Kecamatan Bandar Masilam ini sebenarnya sangat menyesalkan adanya perogram Ketahanan Pangan [Ketapang] tahun anggaran 2022, 2023 dan 2024 yang lalu, dimana perogram ini kan hak untuk segenap masyarakat nagori tersebut, namun hanya dibagi-bagikan langsung ke beberapa masyarakat saja yang menerimanya, alhasil perogram ketahanan pangan tahun 2022, 2023 dan 2024 akhirnya tidak dapat dipertanggung jawabkan”, ucapnya tegas kepada wartawan.

Menurut tokoh masyarakat ini “disinilah salah  satu kesalahan atau juga kebodohan para perumus juga pelaksana perogram tersebut di Nagori masing-masing, kenapa pada tahun 2022, 2023 dan 2024 yang lalu itu tidak dibuat seperti tahun 2025 ini, baik cara pengelolaannya maupun regulasi administrasi dan badan hukum Bumnagnya”, ucapnya.

Dikatakannya “bayangkan sudah berapa ratus juta masing-masing Nagori menggelontorkan anggaran perogram ketahanan pangan [ketapang] ini selama tiga tahun, dan mana hasilnya, akhirnya yang menikmati hanya masyarakat sepihak yang mendapatkan bantuan itu, namun hingga saat ini tidak ada hasilnya sama sekali, tahun 2022 berupa bantuan bibit tanaman keras, seperti pohon durian, pohon cocoa, kelapa dan sebagainya, tahun 2023 bantuan bibit kambing, tahun 2024 bantuan bibit ayam kampung dan pupuk, yang menerima hanya masyarakat tertentu, hasilnya musnah tidak berkesinambungan”, tegas tokoh masyarakat ini kepada wartawan.

Oleh sebab itu, kata tokoh masyarakat ini “wajar kita acungkan jempol buat Pangulu Partimbalan bapak Dearma Saragih ini dan segenap pengurus Bumnagnya, yang begitu optimis dalam mengelola perogram ketahanan pangan Dana Desa ini, inilah yang diharapkan masyarakat kita ini, memiliki pemimpin atau Pangulu Nagori yang responsif orangnya tidak menunggu-nunggu atau mengulur-ulur waktu, serta memiliki daya pikir yang keritis dan dinamis sipatnya, sementara Sembilan Nagori lainnya masih hanya sebatas memulai membuat sarana dan prasarananya bahkan masih ada yang total sama sekali belum ada apa-apanya, sementara Nagori Partimbalan sudah tidak lama lagi menikmati hasilnya atau panen Ubi dan panen ikan lele”, tegas tokoh masyarakat yang selama ini dikenal cukup fokal ini.[tim-red]

1,608 Pembaca
error: Content is protected !!