Minggu, 15 Maret 2026

Kabarsimalungun.com || SIMALUNGUN – Benar apa yang dikatakan orang bahwa hari nahas tidak tertulis dalam kalender, langkah, rejeki, pertemuan dan maut adalah murni hak Allah Swt yang dirahasiakan dari sepengetahuan hambanya, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti, hanya waktu dan tempat serta penyebabnya murni menjadi rahasia Allah Swt.

Hal inilah yang dialami oleh Ahyer Adeani (20) warga Huta VI Sibatu-batu Nagori Bandar tinggi Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, mengalami kecelakaan kerja di KEK Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Jumat 13/3/2026 sekira puku 14.15 Wib, setelah dirawat di Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan akhirnya Ahyer Adeani menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 14/3/2026.
Suasana duka menyelimuti rumah kediaman Ahyer Adeani, Minggu 15/3/2026 sekira pukul 10.00 wib, ibu kandung almarhum yang statusnya sudah janda juga dalam kondisi sakit-sakitan terlihat tiada henti-hentinya menangis sembari mengusap air mata dan meratapi kepergian anak laki-lakinya yang tidak mungkin akan kembali lagi, meskipun keluarga dan sanak saudara tiada hentinya memberikan motivasi, namun tangis dan air mata tidak lagi dapat dibendung.

Hal inilah yang membuat para ahli takziah tak kuasa menahan kesedihan serta turut berlinangan air mata, betapa tidak membludaknya para ahli takziah yang datang dalam jumlah ratusan orang, serta hadirnya puluhan rekan-rekan kerjanya juga perwakilan perusahaan sebagai bukti kepergian Ahyer Adeani membuat mereka semua merasa terkejut dan tidak menyangka sama sekali, bahwa disaat Ahyer Adeani masih berusia 20 tahun namun secepat itu pula Allah Swt memanggilnya untuk kembali kehadirat-Nya.

Sekira pukul 10.15 wib jenazah almarhum Ahyer Adeani diberangkagkan menuju TPU Huta Sibatu-batu Nagori Partimbalan Kecamatan Bandar Masilam, pantauan langsung wartawan dilokasi saat mobil Ambulance bergerak menuju TPU yang berjarak lebih kurang 1 Km, terlihat deretan ratusan sepeda motor dan beberapa unit mobil pribadi turut mengiringinya dari belakang.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat kepada wartawan mengatakan “bersyukurlah kita terutama keluarga almarhum, bahwa sejak kedatangan jenazah semalam sore (Sabtu-red) puluhan irang rekan-rekan sepekerjaan dengan almarhun terlihat hadir hingga tadi malam, bahkan sampai saat pemakaman hari ini, juga terlihat beberapa orang perwakilan dari perusahaan almarhum Ahyer Adeani bekerja begitu peduli dan perhatian terhadap almarhum, ini menunjukkan keseriusan perusahaan tersebut dalam menangani tenaga kerjanya yang tertimpa musibah”, ucap tokoh masyarakat tersebut kepada wartawan.

Menurut tokoh masyarakat tersebut “kita sebagai masyarakat berharap kiranya pihak perusahaan tetap mdnunjukkan kepeduliannya terhadap hak-hak almarhum selaku pekerja, sebab almarhum Ahyer Adeani ini merupakan tulang punggung keluarga, terutama buat orang tuanya yang hanya tinggal mamaknya, kondisinya juga dalam keadaan sakit-sakitan, semoga saja pihak perusahaan bisa membantu proses atau urusan BPJS Ketenagakerjaannya, juga pihak perusahaan diharapkan dapat memberikan penghiburan kepada mamak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan”, ujar tokoh masyarakat tersebut.[as-red]






























