Hukrim  

Isi Curhat Orang Tua Korban Yang masih Aktif Anggota TNI bertugas Rindam dengan Kondisi Anaknya Sangat memprihatinkan

Isi Curhat Orang Tua Korban Yang masih Aktif Anggota TNI bertugas Rindam dengan Kondisi Anaknya Sangat memprihatinkan.

Kabarsimalungun.com, Teguh Syahputra Ginting masih mencari keadilan sesuai Aturan Hukum yang berlaku di indonosia dan yang terkhusus Generasi Masa Depan Bangsa indonesia, di wilayah Kota Siantar Yang semestinya Persamaan di hadapan hukum

Diduga Akibat Kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan terjadi di PT Agung Beton Persada Utama beberapa Bulan Yang Lalu, Teguh Syahputra Ginting terpaksa kehilangan tangan kirinya akibat kelalaian di dalam perusahaan yang beralamat di Jalan Medan Kilometer 7 Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar beberapa bulan yang Lalu.

Saat kru media Online kabarsimalungun.com menemui Korban dan Ayah korban di Kantor departemen Rindam menanyakan kejadian yang menimpah dirinya, pada Hari minggu 27/12/2020 sekitar Pukul 20.00 Wib.

Korban Kecelakaan kerja di PT Agung Beton Parsada Utama Teguh Syahputra Ginting menjelaskan Kronologi
yang terjadi yang menimpah dirinya sehingga tangan sebelah kiri Hilang atas Teguh Syahputra Ginting yang Berusia 20 Tahun warga Asrama Rindam I/Bukit Barisan Kota Pematangsiantar.

Masih Kata Teguh, Peristiwa yang tidak akan terlupakan seumur hidupnya itu terjadi pada hari Rabu (15/4/2020) sekitar pukul 11.30 WIB, saya tengah membersihkan material di karet belting conveyor yang robek, setelah itu ada pekerja operator yang menyalakan mesin. Sehingga tangan Teguh tergulung di dalam mesin tersebut.

“Awalnya saya bersih kan karet belting conveyor yang sudah robek, Kalau tidak saya bersihkan saat produksi maka robeknya makin parah dan akan ada material yang jatuh. Saat saya lagi membersihkan, mesinnya hidup hingga tangan saya tergulung. Ujarnya

Lanjut, Teguh Syahputra Ginting, tidak mengetahui siapa karyawan yang menyalakan mesin sehingga melukai Tangan sebelah Kiri.
“Saya tidak tahu siapa yang menghidupkan, tapi biasanya operator. Saya tidak tahu orangnya,” sebut dia.

Lanjut Teguh, sebenarnya karet conveyor yang robek sudah selayaknya diganti dengan yang baru dan saya disuruh Pengawas untuk menjahit karet yang robek itu. Setelah dijahit, ternyata masih ada yang bocor sedikit, sehingga ada material yang jatuh, kalau tidak dibersihkan semakin parah robeknya. Sebenarnya itu tugas bagian bengkel, tapi karena di area lokasi kami kerja, jadi saya yang diminta membersihkan.

Ayah kandung Korban Kecelakaan Kerja di PT Agung Beton Parsada Utama Teguh Syahputra Ginting, Serda Lili Muhamad Yusuf Ginting, menceritakan tentang Perjalanan Anaknya
Setelah terjadi kecelakaan kerja Teguh Syahputra Ginting di larikan Kerumah Sakit Vita insani, setelah hampir 3 jam lalu di rujuk di Rumah Sakit Murni Teguh Medan dan kemudian anak saya menjalani perawatan selama dua minggu di Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Medan dan Setelah dua minggu di rawat lalu Anak saya dirawat di rumah.

“Masih katanya Sejauh ini tidak ada itikad baik pihak perusahaan kepada anaknya. Sehingga terkesan pihak perusahaan sepele dengan kasus yang menimpa putranya.

“Sudah saya datangi tempat kerjanya. Tapi, pas saya tanya sama Humas Umum, dia bilang jumpai manajer, L. Setelah negoisasi, manajer sempat mengatakan pihak perusahaan akan memberikan santunan. Namun jumlah santunan sama sekali tidak sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja, Padahal anak saya kerja di sana sudah setahun. Ujarnya

Kemudian Ayah Korban Yang masih aktif di TNI Rindam Lili muhammad Yusuf Ginting memutuskan menempuh jalur hukum. Ia membuat laporan resmi ke Mapolsek Siantar Martoba, Selasa (29/9/2020) sekitar pukul 13,30 WIB, setelah itu kemudian diteruskan ke Polres Pematangsiantar.

“Harapan Kepada Pihak perusahaan memperhatikan kondisi Anak saya yang mengalami cacat Permanen (Seumur Hidup) Sangat Memprihatinkan dengan Kondisi Anak saya Pada Saat ini.

“Semua warga Negara Punya kedudukan yang sama didalam hukum siapapun yang melanggar hukum harus di proses guna menciptakan keraturan didalam masyarakat itu sendiri. Ujarnya

Direktur PT Agung Beton Parsada Utama Ir. Teguh Juanda belum dapat di konfirmasi secara langsung mengenai menimpah Teguh syahputra Ginting. (Tim/red)

25 Pembaca
error: Content is protected !!