News  

Ngeri, Satpam PTPN 4 Unit Gunung Bayu Diduga Dianiaya Oknum BKO Brimob, Ini Kronologisnya

Simalungun – Tersebarnya salah satu video di media sosial Facebook yang jadi topik pembahasan publik / kalangan yang mana Istri dan kelurga Korban Inisial JM mengaku bahwa suami nya diduga dianiaya seorang oknum polisi Inisial HS yang bertugas di perkebunan PTPN 4 unit Gunung Bayu sebagai pengawas perkebunan tersebut, Jumat (23/06/2023).

Pantauan awak media di lapangan saat mendapatkan informasi dari masyarakat adanya tersebar video di salah satu media sosial Group Facebook Video Penghibur.

Paska mendapat informasi awak media ini melakukan investigasi kelapangan, dari informasi korban yang diduga dianiaya oleh oknum polisi. Korban menjelaskan bahwa yang menganiaya dirinya adalah Oknum Brimob inisial HS yang ditugaskan sebagai pengawas di perkebunan PTPN 4 Gunung Bayu.

Melalui telepon seluler Whatsappnya, JM membenarkan bahwa dirinya benar dianiaya HS, JM dianiaya karena dituding bekerjasama dengan pencuri Tandan Buah Sawit (TBS) di lokasi kerja tempat JM menjaga.

Seminggu sebelum kejadian tubuh JM kurang Sehat dan Lemas, JM juga menerangkan sebelumnya HS terduga penganiaya, menuding dirinya ikut terlibat dalam pencurian Tandan Buah Sawit (TBS) milik perkebunan PTPN 4 Unit Gunung Bayu yang berlokasi di daerah Siringan – Ringan Kec. Bosar Maligas.

“Seminggu yang lalu aku sudah kurang sehat pak dan badan ku lemas sekali, lalu aku istirahat berbaring tidur di lokasi perkebunan sawit tempat aku jaga pak,” Ungkapnya.

Mirisnya, tepatnya hari itu kejadian JM yang sedang berbaring menyamping karena sakit, HS oknum pengawas Brimob diperkebunan itu tiba – tiba datang menghampiri nya dan menyuruh JM bangun dengan menunjang bagian dada tubuh korban tersebut.

“Awalnya kan pak seminggu yang lalu tubuhku sudah lemas dan aku berbaring tidur menyamping karena sudah lemas sekali, tak lama kemudian oknum Brimob inisial HS datang membanguni aku dengan cara menunjang dada ku pak,” Tambahnya.

Mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari HS oknum Brimob tersebut, JM menerangkan bawah dirinya saat itu sedang sakit dan lemas, lalu kemudian Oknum Brimob tersebut memaksa JM bekerja seperti biasanya.

“Begitu mendapatkan perlakuan tidak baik saya dari Brimob HS itu pak, lalu saya menerangkan bawah saya sakit dan badan saya lemas sekali namun dia tetap memaksa saya kembali bekerja seperti biasanya pak,” Terangnya.

Beberapa hari kemudian tepatnya hari selasa kemaren (20/06/2023) sekira pukul.16.00 wib JM yang saat itu Sift pagi bergantian dengan Sift sore untuk menjaga perkebunan sawit milik PTPN 4 Unit Gunung Bayu tersebut dan setelah dirinya kembali kerumahnya untuk beristirahat dan tiba malam hari dirinya yang saat itu sedang beristirahat dirumahnya bersama istri dan anaknya karena masih pemulihan dari sakitnya mendapat telepon dari oknum Brimob tersebut dan memaksanya keesokan harinya untuk datang ke perkebunan karena telah terjadi pencurian Tandan Kelapa Sawit (TBS) di ancak tempat mereka menjaga perkebunan sawit tersebut.

“Hari selasa kemaren kan pak aku shift pagi yang pulang sore bergantian dengan shift sore sekira pukul.16.00 wib. Lalu aku pulang kerumah kami untuk beristirahat bersama istri dan anak saya karena kondisi kesehatan saya belum pulih dari sakit dan tiba malam harinya saya dihubungi Brimob itu agar datang besoknya kelokasi ancak tempat kami jaga karena terjadi pencurian kelapa sawit milik perkebunan, sementara kan itu sudah tidak tanggungjawab saya lagi pak karena sudah diluar jam kerja saya menjaga,”Tuturnya.

Keseokan harinya JM datang ketempat kerjanya setelah mendapat kabar bahwa telah terjadi pencurian sawit, setelah sampai di lokasi ancak kerjanya dirinya langsung dituding oknum Brimob tersebut kerjasama dengan pencuri tersebut dan langsung meminta dirinya untuk Push Up dengan satu tangan di atas kepala.

“Besoknya aku datang kerja pak lalu menjelaskan bahwa aku masih kurang sehat, namun Brimob itu tidak mau tau dan langsung menuding aku bekerjasama dengan pencuri kelapa sawit yang di tempat ancak jaga kami dan langsung menyuruh aku melakukan Push Up dengan satu tangan di kepala tanpa tersentuh ke tanah bagian tubuhku,” Jelasnya JM.

“Karena tersentuh tanah bagian tubuhku pak, Brimob itu langsung menumbuk bagian tubuhku dan aku merasakan sakit namun dia tidak peduli pak,”Terangnya lagi.

Karena mendapatkan perlakuan yang diduga penganiayaan dari oknum Brimob tersebut, JM langsung pulang kerumah mertuanya dengan kondisi lemas tak berdaya seperti Drepesi akibat perlakuan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Brimob tersebut.

Setelah viral di media sosial Facebook atas diduganya perlakuan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Brimob tersebut, pihak perkebunan PTPN Gunung (Korcam_dkk) mendatangi korban dengan untuk melihat kondisi korban dan menekankan kepada korban agar permasalahan tersebut tidak di perpanjang dan memberikan bantuan perobatan kepada korban dari perkumpulan keamanan kebun.

“Pihak perkebunan (Kocam_dkk) datang kerumah saya melihat keadaan saya pak lalu meminta untuk berdamai dan menekankan kepada saya agar permasalahan tersebut tidak di perbesar,” Terangnya menirukan pembicaraan dari pihak perkebunan.

“Sementara itu Brimob itu gak mau mengakui perbuatannya yang tidak baik kepada saya pak, jadi saya takut pak nantinya saya kenapa- kenapa di tempat kerjaan saya pak dan saya minta biarlah sampai disinilah masalah ini pak,” Ucapnya sembari merasa takut apabila masalah ini diperbesar.

Atas kejadian diduga penganiayaan oknum Brimob terhadap Satpam perkebunan PTPN Gunung Bayu tersebut, Publik dan Masyarakat meminta Kapolri, Kapolda Sumut, Pimpinan Sat Brimob, Propam agar memberikan keadilan kepada korban atas perbuatan oknum Brimob tersebut kepada korban. (*)

sumber ; Korban JM

Catatan redaksi ; 

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email:media kabarsimalungun.com

atau kealamat yang berada di Box Redaksi. Terima kasih.

1,072 Pembaca
error: Content is protected !!