Hukrim  

Terkait Dugaan Pencurian Arus Listrik Dirumah Warga Bermarga Siahaan, Manager PLN ULP Perdagangan : Setelah dikroscek dilokasi, benar ada dugaan pencurian arus.

Terkait Dugaan Pencurian Arus Listrik Dirumah Warga Bermarga Siahaan, Manager PLN ULP Perdagangan : Setelah dikroscek dilokasi, benar ada dugaan pencurian arus.

Perdagangan, Dalam pemberitaan sebelumnya terkait adanya dugaan pencurian arus listrik di rumah milik warga bermarga Siahaan yang tinggal di Tanah Pemda Perluasan Kampung Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun yang berhasil diungkap oleh Media KabarSimalungun.com telah menemukan titik terang. (13/06).

Menyikapi pemberitaan dan temuan yang telah diungkap oleh media KabarSimalungun.com, selaku Manager ULP Perdagangan Januari Tarigan membenarkan adanya dugaan pencurian arus PLN tersebut dan sudah dilakukan pengecekkan serta diberikan sanksi kepada pemilik rumah.

“Setelah dicek kelokasi tersebut, benar bang terjadi pencurian arus untuk lampu yang menyala tanpa KWH di rumah warga bermarga Siahaan yang berada di Jalan Bandar Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun, dan sudah kita berikan sanksi denda kepada pemilik rumah berkisar 2 x P2TL”,ucap Januar Tarigan

Selain itu, Manager ULP. Perdagangan Januar Tarigan mengatakan bahwa KWH meter yang terpasang sekarang sudah resmi (legal).” Untuk KWH meteran yang sudah terpasang sekarang ini, sudah resmi (legal) dari PLN dan untuk dendanya sudah dilunasi dan dibayarkan pemilik rumah semuanya, bang”, tutup Januar Tarigan saat dikonfirmasi media Kabarsimalungun.com melalui celuler handphonenya.

Dari hasil investigas media Kabarsimalungun.com dilapangan dan sudah dirangkum dari sumber bermarga Tindaon yang bertugas di PLN ULP Perdagangan.Sebelumnya setelah pemberitaan itu, Tindaon langsung menemui salah satu pimpinan perusahaan media Kabarsimalungun.com, bertepatan ada saudara Nanang Kustiah, adapun lokasi pertemuan dijoglo yang terletak di Jalan Bandar Jawa, Perluasan, Kel. Perdagangan III,  Kec. Bandar, Kab. Simalungun.

Menurut keterangan Tindaon bahwa KWH meter milik bermarga Siahaan tersebut, sudah lama dipesan dari PLN ULP Perdagangan dan segera akan dipasangkan dirumah tersebut.”Berita itu bagaimana bang, kok dinaikkan, itu kerjaan kita bang, Bantu dulu lah bang”ucap Tindaon.
“Kita yang nyambungkan lampunya itu bang, biar ada lampunya menunggu kupasangkan KWH meternya”
Selain itu, Tindaon menjelaskan bahwa ada bekas KWH meter, itu merupakan hasil pemutusan P2TL. “Sebelumnya ada bekas KWH meter juga disitu bang, tempo hari itu  merupakan KWH meter pindahan dari Jalan SM. Raja Perdagangan ke rumah bermarga Siahaan yang berlokasi di Jalan Bandar Jawa, Tanah Pemda, Perluasan Kampung Jawa, Kel. Perdagangan III, Kec. Bandar, Kab. Simalungun. Karena melanggar aturan maka diputuskan sama P2TL dan diberikan sanksi dibuatlah Surat Pengakuan Hutangnya, itu juga entah kayak mana ceritanya. Tapi itu bukan aku yang kerjakan bang”, 

“Nah, sekarang ini meteranya sudah ada bang, rencananya mau kupasangkan dalam waktu dekat ini, tapi udah Abang naikkan beritanya bang, nanti coba kutanya dulu bang sama pemilik rumah itu, tutup Tindaon, sembari bingung.

Menyikapi hal itu, Alfianto, SH yang saat ini menjabat Bendahara DPD LSM Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi Kabupaten Simalungun (DPD LSM KAMPUD Kab. Simalungun) berikan apresiasi atas respon cepat dari Manager ULP PLN Perdagangan dan mengharapkan kedepannya agar tidak ada lagi kasus pencurian yang serupa.

“Kami sangat apresiasi kinerja Manager ULP. Perdagangan, yang mana telah cepat tanggap atas kasus dugaan pencurian listrik yang dipublikasi oleh media KabarSimalungun.com dan diharapkan manager ULP. PLN Perdagangan agar segera mengevaluasi karyawannya terkhusus pencatat KWH meter dan karyawan yang bermain-main dilapangan, karena akan merusak citra perusahaan Listrik Negara dan disinyalir akan merugikan negara”,  Tutup Alfianto, SH. (Redaksi – Tim)

Referensi/baca ;
https://kabarsimalungun.com/listrik-menyala-tanpa-kwh-dirumah-warga-diduga-lakukan-pencurian-arus-listrik-pln-ini-penjelasan-managaer-ulp-perdagangan/

104 Pembaca
error: Content is protected !!