Pengguna Jalan Keluhkan Adanya Truck-Truck Ukuran “Raksasa” Parkir Sembarangan Disekitar Pintu Masuk KEK Sei Mangkei

Kabarsimalungun.com || SIMALUNGUN — Harapan masyarakat sekitar, aktivitas dan mobilitas proses hasil produksi yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan industri yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kecamatan Bosar Maligas kabupaten Simalungun, Sumatera Utara – Indonesia memberikan dampak yang besar dan positif bagi hajat hidup warga sekitarnya. Dan seminimal mungkin tidak “mencederai” hati dan kenyamanan yang selama ini dirasakan oleh warga masyarakat sekitar dari segala aspek sosial.

Sudah menjadi pemandangan yang dianggap “lumrah” bagi para pelaku bisnis yang telah beroperasi di KEK Sei Mangkei, namun menimbulkan keresahan serta kesan “risih” bagi masyarakat sekitar terutama para pengguna jalan lintas Sumatera antara masjid Agung Perdagangan – menuju pintu tol Lima puluh.

Pasalnya, dibeberapa titik jalinsum tersebut kerap didapati deretan truk-truk ukuran besar jenis kontainer maupun tangki yang parkir di bahu jalinsum tersebut. Hal itu tentunya menimbulkan dampak yang dapat merugikan bagi para pengguna jalan lainnya.

Seperti yang dituturkan oleh ibu Wati (48) warga nagori Perlanaan yang setiap harinya melintasi jalinsum menuju kota Perdagangan untuk aktivitas dagangnya.” Setiap hari saya lewat jalan ini bang”,.

Sudah menjadi konsumsi kita beberapa bulan terakhir ini setiap melewati jalan menuju Perdagangan untuk menikmati jalan-jalan yang berlubang dan berdebu di beberapa titik.

Selain itu, kerap kali kita dihadapkan pada situasi sulit saat melintas di jalan yang berukuran sempit dan berlubang, namun ditempat yang sama berjejeran truk-truk besar yang dari atau menuju kawasan KEK Sei Mangkei parkir lama di bahu jalinsum sampai dekat masjid Agung Perdagangan.

Apalagi waktu lewat tengah hari hingga malam. Terkadang saat sama-sama melintas, truk-truk besar yang dari dan menuju kawasan itupun terkesan seperti “merajai” jalan ini. Kita-kita yang mengendarai sepeda motor harus mengalah turun dari jalan aspal”. Ujarnya dengan nada kesal.[red]

484 Pembaca
error: Content is protected !!