Nagori Bandar Masilam & Gunung Serawan Dalam Kondisi Stadium 4 Sabu-Sabu, Warga Sebut 4 Nama Diduga Pelaku Utama

Warga : Apakah Kita Juga Harus Berbuat Seperti Warga Penipahan?

Kabarsimalungun.com || SIMALUNGUN – Misteri dibalik peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu lebih mengindikasikan kepada saling melempar bola panas, polisi menyalahkan warga dan wargapun balik menyalahkan polisi, kenapa bisa terjadi demikian?

Pasalnya menurut versi polisi masyarakat silahkan buat laporan bila ada indikasi kecurigaan adanya terjadi penyalahgunaan sabu-sabu, sementara menurut versi masyarakat mereka sudah berulang kali memberi laporan namun tidak digubris, bahkan menurut masyarakat bila mereka menyampaikan informasi ini kepada wartawan dan mencuat pemberitaan, polisi menganggap “teori membangun opini” (Building Opinion) sehingga muncul tuduhan bahwa kalangan insan pers tidak berdasarkan fakta dan data dalam menyajikan pemberitaan.

Hal inilah yang memicu lahirnya tindakan masal diluar kontrol nalar warga masyarakat, sebagaimana halnya yang terjadi di Polsek Penipahan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau beberapa waktu yang lalu, apakah kami warga masyarakat sini harus melakukan hal yang sama?

Yang jelas pada saat ini jeritan ketakutan dibalut keresahan mendalam tengah menyelimuti warga di Kecamatan Bandar Masilam. Peredaran narkotika jenis sabu dilaporkan semakin liar dan terang-terangan, menyasar pemuda hingga merusak tatanan sosial di dua wilayah utama: Nagori Bandar Masilam dan Nagori Gunung Serawan.

Meski keresahan sudah di ubun-ubun, warga memilih bersuara dalam bayang-bayang anonimitas. Faktor keselamatan menjadi alasan utama mengapa identitas mereka disembunyikan. Namun, pesan mereka jelas: Bandar Masilam sedang tidak baik-baik saja.

“Aktor” di Balik Layar Mulai Terkuak
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, muncul empat nama yang diduga kuat menjadi pengatur ritme peredaran barang haram tersebut di wilayah mereka. Nama-nama ini sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, namun seolah tak tersentuh hukum.

Di Nagori Gunung Serawan, warga menuding sosok berinisial JT alias Jon Tato yang berdomisili di Tapak Kuda, serta UP alias Uden Pelor, sebagai pemain utama. Sementara itu, di Nagori Bandar Masilam, nama AK alias Amat Kecewa dan Manda disebut-sebut sebagai sosok yang mengendalikan distribusi sabu di wilayah tersebut.

“Kami sudah sangat resah. Mereka seolah tidak takut sama sekali. Anak-anak muda kami jadi sasaran. Kalau ini dibiarkan, mau jadi apa generasi desa kami ke depan?” ungkap seorang warga dengan nada getir.

Transaksi yang Tak Kenal Tempat
Warga juga membeberkan bahwa aktivitas peredaran ini dilakukan dengan sangat berani. Lokasi-lokasi tersembunyi hingga sudut pemukiman diduga sering dijadikan tempat transaksi dan penggunaan narkoba, yang memicu meningkatnya angka kriminalitas jalanan serta pencurian kecil-kecilan di lingkungan sekitar.

Harapan Besar pada Korps Bhayangkara
Masyarakat kini menaruh harapan terakhir mereka pada ketegasan Polres Simalungun dan Polsek setempat. Warga mendesak agar pihak kepolisian tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga melakukan tindakan nyata berupa penangkapan terhadap nama-nama yang sudah meresahkan tersebut.

“Kami berharap Pak Polisi segera bertindak. Jangan tunggu sampai massa yang bergerak karena sudah saking kesalnya. Kami butuh lingkungan yang bersih dari narkoba agar anak cucu kami aman,” tambah warga tersebut.[*]

Berita ini telah tayang

di tarunagelobalnews.com

Catatan Redaksi :
Apabila ada pihak pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email media kabarsimalungun.com.
Terimakasih.

30 Pembaca
error: Content is protected !!