Kadis Kesehatan Batu Bara : Langka-langka Mengeliminir Kasus TB

Kabarsimalungun.com || BATU BARA — Tingginya angka penderita Tuberculosis (TB) di Kabupaten Batu Bara disikapi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) dengan memberikan obat secara rutin selama 6 bulan.

Selain itu guna meningkatkan proses penyembuhan, terhadap penderita TB positif diberikan asupan susu dan pemantauan secara berkala.

Kadis Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara dr Deni Syahputra mengungkapkan langkah-langkah tersebut guna mengeliminir kasus TB di Kabupaten Batu Bara.

“Seluruh penderita TB positif selain pemberian obat secara rutin selama 6 bulan juga kita berikan susu untuk membantu proses penyembuhannya,” terang Deni, Senin (15/9/2025).

Dinkes PPKB dalam upaya membantu proses penyembuhan penderita TB memberikan suplemen dalam hal ini susu. Susu diberikan kepada penderita TB positif.

Dikatakan Deni, pemberian susu agar penderita memiliki cukup vitamin untuk membantu proses penyembuhan selain rutin mengkonsumsi obat yang diberikan secara gratis selama 6 bulan terus menerus.

“Tetapi harus diingat mengkonsumsi susu tanpa rutin mengkonsumsi obat selama 6 bulan tentu akan sia-sia. Susu tidak akan menyembuhkan TB namun membantu tubuh agar kuat melawan TB,” jelas Deni.

Yang jadi masalah disebutkan Deni, ada pasien yang jenuh mengkonsumsi obat TB sepaka 6 bulan sehingga menghentikan pengobatan.

Padahal justru dengan penghentian konsumsi obat maka pasien akan mengalami  resisten obat (RO) sehingga penyakitnya semakin parah.

Selain kedua langkah diatas, Deni
mengimbau keluarga ikut mendorong anggota keluarga yang terkena TB agar rutin mengkonsumsi obat selama 6 bulan.

“Terhadap keluarga penderita TB juga kami lakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih yang tinggal serumah dengan penderita,” lanjutnya.

Selain itu terhadap warga disekitar penderita TB yang mengalami batuk berkepanjangan selama 2 minggu juga dilakukan pemeriksaan.

“Kita juga menerima laporan dari berbagai rumah sakit termasuk rumah sakit swasta yang berada di Batu Bara yang melaporkan temuan pasien menderita TB,” kata Deni.

Kasus TB terbanyak diterima Dinkes PPKB dari RSU Bidadari yang rutin melaporkan penderita TB yang merupakan pasiennya.

Hingga 15 September 2025 penderita TB telah meningkat menjadi 779 orang dibanding 737 orang per 31 Agustus 2025.

“Bertambahnya jumlah penderita karena kami terus gencar mencari suspek TB dan segera melakukan pemeriksaan serta memberi obat,”pungkas dr Deni.[Martua]

303 Pembaca
error: Content is protected !!