Nagori Partembalan Terus Berbenah dan Berinovasi Demi Pencapaian Target Pembangunan.

Kabarsimalungun.com. SIMALUNGUN – Nagori Partembalan merupakan salah satu Nagori tertua diantara tiga Nagori yang ada di Kecamatan Bandar masilam, sebab Nagori ini telah ada sejak sebelum indonesia merdeka pada tahun 1945.

Konon katanya menurut keterangan beberapa tokoh masyarakat dan orang orang tua pelaku sejarah yang ada di Nagori Partembalan Kabupaten Simalungun yang berhasil di himpun oleh awak media, juga dari beberapa keterangan yang dihimpun dari masyarakat Partembalan yang sekarang berdomisili di Kabupaten Batu Bara dan Kota Siantar, bahwa Nagori Partembalan telah ada sejak tahun 1823 yang lalu yang dulunya bernama Kampoeng Panembalan.

Menelusuri hal tersebut awak media mencoba untuk menemui Pangulu Nagori Partembalan untuk melihat lebih dekat lagi bagaimana situasi dan kondisi Nagori Partembalan saat ini.
Di sela sela kesibukannya Pangulu Nagori Partembalan bapak Dearma Saragih saat ditemui awak media dirumahnya pada Jumat 14/01/2022 menceritakan serba sedikit menurut yang diketahuinya, bahwa benar adanya Nagori Partembalan merupakan Nagori tertua diantara tiga Nagori yang ada di Kecamatan Bandar masilam Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Pangulu Dearma Saragih kepada awak media menuturkan ” bahwa nagori partembalan ini sangat kuat ikatan sosial kemasyarakatannya, sehingga kerukunan antar warga baik antar suku dan agama tidak pernah menjadi perselisihan di partembalan ini, dan masyarakat disini setiap hari di sibukkan dengan urusan rumah tangga masing masing terutama urusan ekonomi “, tuturnya.

Menurut pangulu Dearma Saragih Nagori Partembalan ini kultur budaya kemasyarakatannya sudah cukup maju terdidik dan terarah, sehingga masyarakat kami disini tidak mudah terperovokasi dengan hal hal yang berakibat kerugian bagi masyarakat itu sendiri.

Lebih lanjut di katakannya bahwa Nagori Partembalan ini memiliki cukup banyak jalan Nagori, maksudnya jalan yang tidak menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Simalungun. Ada lebih kurang  25 kilo meter jalan nagori di partembalan ini yang nota bene menjadi tanggung jawab pemerintah Nagori, tuturnya.

Justru dikatakan oleh Pangulu Dearma Saragih sudah bertahun tahun adanya perogram anggaran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat belum terlihat perubahan yang menonjol di daerah kami ini, semua itu disebabkan terlalu banyaknya infra setruktur khususnya jalan nagori yang akan kita renovasi menjadi jalan yang bersifat layak lintas yaitu dengan rabat beton kata Dearma Saragih.

Disamping itu kenapa Nagori Partembalan ini terlihat seperti daerah kumuh, itu semua di sebabkan kondisi jalan Kabupaten yang melintasi Nagori Partembalan ini ada lebih kurang sepanjang 7 kilo meter kondisinya dalam keadaan sangat rusak parah, sehingga sangat susah untuk dilintasi. Hal itulah yang membuat nagori Partembalan ini tidak menjadi daerah tujuan bagi masyarakat luar.

Berdasarkan hal tersebutlah makanya kami dari segenap jajaran pemerintah nagori partembalan dengan berbagai elemennya seperti Maujanah Nagori, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nagori (LPMN) senantiasa bekerjasama untuk saling berinovasi demi tercapainya target pembangunan di nagori Partembalan ini.

Menurut Pangulu Dearma Saragih, kenapa para investor dari daerah luar enggan untuk berinvestasi di Nagori Partimbalan ini, semua di sebabkan kondisi jalan kita khususnya jalan milik Kabupaten Simalungun yang melintasi kami dari perbatasan Kabupaten Batu Bara melintasi Nagori Bandar tinggi, Nagori Partembalan dan Nagori Lias baru kondisinya sangat sangat memperihatinkan alias rusak parah, inilah salah satu yang menyebabkan kenapa kami itu maksudnya tiga Nagori ini ( Bandar tinggi, Partembalan dan Lias baru ) ini terlihat kumuh, sehingga tidah tumbuh minat investor untuk berinvestasi di wilayah kami ini.

Lebih lanjut dikatakannya kami sangat berharap kepada pihak pemerintah Kabupaten Simalungun di bawah kepemimpinan bapak bupati dan wakil bupati RHS-ZW dapat merealisasikan perbaikan jalan kabupaten yang melintasi wilayah kami ini, sebab bagaimanapun hebatnya kami berinovasi mengejar target ketertinggalan kami di bidang pembangunan, bila kondisi jalan lintas kabupaten ini masih dalam kondisi seperti saat ini, tetap saja para investor enggan untuk berinvestasi di daerah kami, tutur pangulu Dearma Saragih sembari menutup obrolannya dengan awak media.(tim-red)

44 Pembaca
error: Content is protected !!