Kabarsimalungun.com || BATU BARA –– Ketua Bawaslu Kabupaten Batu Bara M Amin Lubis menegaskan tak ada ditemukan pelanggaran Pemilu pada rekaman video yang viral di media sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Batu Bara M Amin Lubis pada konferensi pers yang diikuti seluruh unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Batu Bara di Kantor Bawaslu Batu Bara di Jalinsum Desa Sumber Padi Kecamatan Lima Puluh, Senin (15/1/2024) sekira pukul 18.00 WIB.

Amin menjelaskan kesimpulan tersebut berdasarkan pemeriksaan maraton terhadap Forkopimda yang ada pada rekaman suara video berdurasi 2 menit dengan foto Forkompimda tersebut.
“Kita telah ambil keterangan Dandim 0208 Asahan, Kapolres Batu Bara, dan tadi Kajari Batu Bara dan Pj. Bupati Batu Bara. Ternyata dari rekaman pemeriksaan tersebut tidak ada kesamaan suara dengan suara yang terdengar dalam rekaman video. Jadi berdasarkan itu dan setelah rapat pleno kita simpulkan suara dalam rekaman video bukan suara dari Forkopimda yang disebutkan dalam rekaman video yang vital tersebut. Dengan demikian tidak ada pelanggaran Pemilu”, tegas Amin.

Menjawab wartawan, Amin mengatakan pihaknya hanya menangani pelanggaran Pemilu. Sedangkan bila ada kasus pidana didalamnya itu ranah kepolisian.
Sekedar diketahui, sejavideo yang berisi percakapan yang disebutkan antar Forkopimda beredar Sabtu (13/1/2024) langsung viral dan menghebohkan.
Pada video yang menampilkan foto Dandim, Kapolres, Pj. Bupati dan Kajari Batu Bara terdengar suara yang mengarahkan para Kepala Desa di Kabupaten Batu Bara untuk memilih salahsatu paslon Presiden/Wakil Presiden.

Bahkan pada suara yang terdengar disebutkan dari setiap desa dana untuk pemenangan paslon tersebut yang diambil dari Dana Desa.
Sontak, Kapolres, Pj Bupati dan Forkopimda lainnya langsung menyebutkan video tersebut hoax.
Ditempat yang sama Kapolres Batu Bara menegaskan kembali didalam rekaman saya atau pun yang lain kami tidak ada rapat apa pun, saya pastikan Polri dan TNI netral dalam perayaan Pemilu.
Dandim 0208 Asahan Letkol Inf Muhammad Basserewan juga menegaskan bahwa suara itu bukan suara saya nanti akan ditelusuri kami, TNI dan Polri menjunjung tinggi pemilu damai 2024.
Bahkan Kajari Batu Bara Amru E Daulay mengaku telah membuat laporan ke Polres Batu Bara serta Bawaslu Kabupaten Batu Bara.(Martua)






























